FC Utrecht yang bermain dengan 10 pemain menahan imbang Porto untuk meraih poin Eropa pertama sejak 2010

FC Utrecht menyelamatkan satu poin melawan raksasa Portugal, FC Porto, setelah bermain dengan 10 pemain di babak kedua, menjaga skor tetap imbang 1-1.

FC Porto mendominasi babak pertama dalam hal penguasaan bola, tetapi gagal mengonversi momentum mereka menjadi gol. Momen yang paling patut dicatat adalah kartu kuning yang diterima Pepe dan Dominik Prpic yang mengeluh dan frustrasi.

Kejeniusan FC Utrecht dalam situasi bola mati kembali membawa tuan rumah unggul hanya tiga menit setelah babak pertama berakhir. Saat Porto menunggu umpan silang dari tendangan bebas Souffian El Karouani, bek sayap asal Maroko itu mengoper bola kepada Miguel Rodriguez yang berada di posisi bebas, yang dengan mudah menceploskan bola melewati Diogo Costa.

Namun, ketika FC Utrecht sedang berada di puncak performa dan berusaha mempertahankan struktur pertahanan mereka, pertahanan tuan rumah runtuh. Borja Sainz mencetak gol penyeimbang di menit ke-66 dan kiper Vasilis Barkas sendiri terpancing untuk menanduk bola, yang membuatnya mendapatkan kartu merah.

Tiga puluh menit terakhir yang berat pun terjadi bagi Utrecht, yang kembali menguji Diogo Costa melalui El Karouani, yang tendangan kerasnya dari jarak hampir 35 yard memaksa kiper Portugal tersebut melakukan penyelamatan.

Setelah itu, tuan rumah hanya mengandalkan pertahanan. Kiper cadangan Michael Brouwer melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan atas tendangan keras Borja Sainz.

Untuk ketiga kalinya berturut-turut, Francesco Farioli gagal mengalahkan FC Utrecht setelah bermain imbang 1-1 dan kalah 4-0 sebagai manajer Ajax di musim 2024/25. Raksasa Portugal itu kini mengoleksi 7 poin, sementara FC Utrecht meraih poin pertama mereka di Liga Europa sejak 2010.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *